

Setiap tahun, Festival Film Kemanusiaan (FFK) menghadirkan rangkaian film pilihan yang menyoroti denyut persoalan kemanusiaan dari lingkungan yang rapuh, perjuangan kesetaraan gender, suara-suara minoritas, hingga keberagaman yang memperkaya kehidupan.
Tahun ini, FFK menyorot perjalanan perempuan: kekuatan, kerentanan, dan dinamika yang mereka hadapi dalam panggung dunia yang terus berubah.
Lahir pada 2022 dan digagas oleh Yayasan Kino Media, FFK tumbuh menjadi ruang pertemuan bagi cerita-cerita yang jarang terdengar namun perlu terus diperjuangkan.
Memasuki edisi keempatnya, FFK 2025 akan berlangsung pada 12–13 Desember 2025 di MASH Denpasar Art House Cinema.
Laporan FFK 2025 dapat diunduh di sini
DAFTAR FILM

MEDIHA (18+)
[d] Hasan Oswald / Amerika Serikat / 2023 / Dokumenter / 90:00
Perempuan muda dari Êzidî, selamat dari penculikan dan perbudakan oleh ISIS dan memulai perjalanan yang penuh keberanian: menuntut keadilan, menyembuhkan mental pribadi, dan mencari keluarganya yang menghilang. “Sejak kembali dari ISIS, aku terbata saat berbicara,” begitu kata Mediha Alhamad di pembukaan film dokumenter Mediha. Mediha menghabiskan masa kecilnya yang sederhana dan penuh keindahan di Desa Sinjar, Irak Utara. Namun saat menginjak 10 tahun, Mediha diculik dan dipaksa menjadi budak seks, seperti perempuan Êzidî kebanyakan.

SERIBU PAYUNG HITAM (18+)
[d] Erwin Arnada / Indonesia / 2025 / Fiksi / 104:00
Sawitri, aktivis lingkungan yang gigih dalam berjuang melawan privatisasi air di desanya. Dalam perjuangannya, ia terlibat dalam aksi yang menarik perhatian publik dan media internasional.

JAYAPRANA LAYONSARI (13+)
[d] Putu Kusuma Wijaya, Putu Satria Kusuma / Indonesia / 2024 / Fiksi / 118:00
Ketika wabah menyerang Kalianget, Bali Utara, Patih kerajaan Kalianget Saunggaling menemukan anak kecil bernama Jayaprana dan membawanya ke puri. Jayaprana dewasa diperintahkan Raja segera menikah. Dia bertemu dengan Sekarsari, putri kepala desa Sekar. Mereka memutuskan menikah. Pada hari pernikahan, Raja Kalianget terkejut melihat Sekarsari. Ada kekuatan yang membuatnya jatuh cinta. Cinta mengganggu pekerjaannya sebagai Raja. Pejabat kerajaan mencari pemecahannya. Salah satu obat mengembalikan keadaan Raja adalah dengan menjadikan Sekarsari sebagai isterinya.
UNiTE Short Film Fellowship 2025 (13+)
UN Women, UNFPA, Siklus Indonesia, dan Minikino, dengan dukungan Global Affairs Canada serta bekerja sama dengan ILO, UNDP, UNESCO, UNIDO, UN Volunteers, dan WHO, meluncurkan UNiTE Short Film Fellowship pada Oktober 2025. Program ini mengundang para pembuat film untuk mengirimkan konsep cerita dan memproduksi film berdurasi lima hingga lima belas menit dengan tema kekerasan terhadap perempuan dan/atau anak perempuan.
Lima pembuat film terpilih telah mengikuti lokakarya penguatan kapasitas untuk memperdalam pemahaman mereka mengenai isu kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan sebelum memulai produksi pada November. Karya mereka pertama kali diluncurkan pada 5 Desember 2025 untuk menandai kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan.
Kelima film pendek ini menangkap kisah solidaritas dan pemberdayaan, serta menjadi suara perubahan dalam menghadapi tantangan KtPA, termasuk dengan memicu diskusi mengenai norma sosial yang selama ini menormalkan kekerasan berbasis gender.

FOTOME
[d] Vera Isnaini / Kalimantan Barat / 2025 / Fiksi / 14:30
Seorang perempuan muda dan sahabatnya menjadi korban pelecehan daring setelah foto lari mereka tersebar tanpa izin, memaksa mereka menghadapi tekanan keluarga, publik, dan fotografer lari yang arogan, hingga persahabatan dan harga diri mereka dipertaruhkan.

MALAM SEPANJANG NAFAS
[d] Irwan Sebleku / Nusa Tenggara Timur / 2025 / Fiksi / 15:00
Meri ingin memperjuangkan keadilan untuk adiknya, Rina, yang mengalami pelecehan seksual oleh Om Nadus, kepala desa sekaligus paman kandung mereka sendiri.

DIRIAS PERIAS
[d] Eman Memay Harundja / Sulawesi Selatan / 2025 / Fiksi / 12:33
Di sebuah meja rias sempit, persahabatan antara seorang perempuan cis yang terjebak dalam perjodohan dan seorang transpuan yang pernah ditolak keluarga menjadi ruang lahirnya keberanian, mendorong keduanya menantang tekanan yang membelenggu hidup mereka.

POTRET
[d] Reni Apriliana / Solo, Jawa Tengah / 2025 / Fiksi / 10:00
Terjebak dalam sesi pemotretan yang semakin salah arah, seorang perempuan harus memilih antara mengorbankan kenyamanannya demi karier atau mendengarkan instingnya yang mengatakan bahwa sesuatu tidak beres.

BUSA-BUSA DI PIRING
[d] Fala Pratika / Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah / 2025 / Fiksi / 15:51
Seorang anak perempuan, Mayang (10) merasa sebal karena harus pergi ke acara kumpul keluarga di Rumah Nenek karena trauma masa lalu. Namun di sana ia malah bertemu dua sepupu perempuannya dan kemudian merencanakan suatu “gebrakan” di acara kumpul keluarga.
JADWAL PEMUTARAN FILM DAN DISKUSI
JUMAT, 12 DESEMBER 2025
17:00 SERIBU PAYUNG HITAM
18:50 Sesi diskusi
20:30 MEDIHA
22:00 Sesi diskusi
SABTU, 13 DESEMBER 2025
17:00 JAYAPRANA LAYONSARI
19:00 Sesi diskusi
20:30 UNiTE Short Film Fellowship 2025
21:30 Sesi diskusi
LOKASI PEMUTARAN:
art-house cinema MASH Denpasar
Jl. Pulau Madura no. 5, Denpasar
maps: https://minikino.org/MASHDenpasar
CARA MENONTON
- Sebelum mendaftar, pastikan kamu sudah menyiapkan data dirimu berupa KTP/ SIM/ Paspor. Pastikan salah satu dokumen tersebut sudah terupload di google drive.
- Lakukan registrasi di link berikut ini: form pendaftaran
- Pilih jadwal yang ingin ditonton pada form.
- Selesai! Langsung datang di hari kamu mendaftar festival dan tunjukkan bukti pengisian form yang sudah terkirim ke emailmu.
PROFIL PENGURUS
| Artistic Director Edo Wulia Manager Fransiska Prihadi Documentation I Made Suarbawa Website Saffira Nusa Dewi Social Media Esa Aulia | KONTAK e: info@kinomediafoundation.org M: +62 813-5322-9865 (Edo) ig: kemanusiaanfilmfest MASH Denpasar ALAMAT SURAT: |

